24
Jan
08

Cerita Pangeran yang Dikutuk

Cerita ini Saya dapat dari teman Saya yang ‘garing’ (=jayus), tapi setelah dipikir-pikir ada hikmahnya juga, terutama dikaitkan dengan kuliah dan nilai. Begini ceritanya :

Alkisah ada seorang pangeran tampan yang dikutuk. Kutukannya adalah : pangeran ini HANYA BISA MENGUCAPKAN SATU KATA DALAM SETAHUN. Pada suatu hari pangeran ini bertemu dengan seorang putri yang masih jomblo, karena sang putri sangat cantik pangeran pun jatuh cinta. Pangeran ingin sekali mengajak sang putri menikah, untuk itu dia harus mengucapkan 5 kata : Putri, Maukah Engkau Menikah Denganku?

Artinya pangeran harus PUASA BICARA SELAMA 5 TAHUN untuk bisa mengucapkan 5 kata tersebut. Karena cinta pangeran pun melakukannya, puasa bicara 5 tahun!

Akhirnya setelah 5 tahun menanti datanglah hari dimana sang pangeran akan meminang sang putri. Mereka bertemu di sebuah padang rumput, hari itu agak mendung. Pangeran pun berkata : “Putri, maukah engkau menikah denganku?”. Bersamaan dengan itu tiba-tiba ada suara petir menggelegar “DDUUUAAARRR!!”.

Kemudian sang putri menjawab : “MAAF, PANGERAN BILANG APA TADI?”

…………

Yang saya tangkap di sini adalah pentingnya hari penentuan, yaitu hari yang menentukan usaha keras kita selama bertahun-tahun. Dalam konteks kuliah ini sama dengan pentingnya nilai /hasil akhir. Kalau kita mahasiswa, yang dilihat oleh orang yang adalah IPK, bukan jam belajar atau kerasnya usaha kita. Kalau kita membuat produk teknologi, yang dilihat konsumen adalah fungsi dan reliabilitynya, bukan tingkat kerumitan atau kelas teknologi yang diterapkan.

Bagaimana dengan ungkapan ini : Yang penting prosesnya, bukan hasilnya.

Kadang-kadang fokus pada apa yang dilihat orang bertentangan dengan idealisme kita, tapi kelihatannya dunia bekerja dengan cara seperti itu (beda dengan Tuhan) :

Yang penting hasilnya, bawa pulang prosesnya


6 Tanggapan ke “Cerita Pangeran yang Dikutuk”


  1. 1 Dewi
    Januari 24, 2008 pukul 7:05 pm

    ok, gw mau komentar syid.

    Entah emg penilaian dari orang lain, atau emg hasil akhir yang harus kita prioritaskan, rupanya hasil akhir cenderung lebih besar penilaiannya dibanding proses. Contohnya, ya IP-lah ya. Boleh dibilang, usaha gw sehari2 kalo gw pikir2 jauh lebih kecil daripada usaha orang2 lain, tapi kadang2 hoki lebih gede, jadi pas ujian, jawaban gw bener. Atau ya TA. Pernah ada yang bilang sama gw: “Ngapain TA susah2 gtu. Yang penting dari lu kuliah kan lulus S1. Orang nggak akan liat TA lu kaya gmn, susah atau nggak, tapi yang penting lulus.” Owkay, gw pikir. Stereotip orang2 kita emang gtu.

    Tapi, kadang gw mikir. Dari selama 1 tahun gw ngerjain TA, menurut gw, gw belajar lebih banyak daripada temen2 yang TA-nya cepet beres. Ilmu yang gw dapet, menurut gw, lebih luas. Dan dalam proses pengerjaannya itu, gw lebih banyak belajar juga, termasuk belajar untuk melakukan penelitian.

    Whatever lah. Ngomong apa sih gw dari tadi. Tapi, bener kata lu syid,
    “Kadang-kadang fokus pada apa yang dilihat orang bertentangan dengan idealisme kita, tapi kelihatannya dunia bekerja dengan cara seperti itu (beda dengan Tuhan) : Yang penting hasilnya, bawa pulang prosesnya.”

    Mungkin kita nikmati saja perkerjaan kita. Bagi orng2 sanguinis kaya gw, yang penting gw senang waktu ngerjainnya, yang penting gw puas. Apapun kata orang, biarin aja jadi angin lewat. =)

  2. 2 nTo
    Januari 25, 2008 pukul 1:11 am

    sid, tulisan lo yg ini kok kontradiktif ama tulisan ttg cina dan indonesia lewat komik???
    hehehehe, seru ya? tapi emang garing sih cerita pangeran ini, untung lo tambahin sisi filosofisnya, kayaknya ini si bowo yg cerita ya?hehe

  3. Januari 27, 2008 pukul 11:07 pm

    *always menyesali keSTan-tanpa-kualitas-ku,.,ngok ngok ngok,.,tp gapapalah uda lewat, emang harus gitu lah yow,.,.cuman skarang n ke depannya yg bisa diutakatik lageeee ^_^

  4. Januari 28, 2008 pukul 6:07 am

    gw pernah dinasehatin ma temen,,

    il, lo emang mungkin gagal ketika lo berusaha,
    tp lo ga akan berhasil kalo lo ga berusaha,,

    intinya, proses itu harus ada,,
    tp finishing yang bagus itu wajib hukumnya kalo pengen bisa berhasil..

  5. 5 ainKobra
    Februari 4, 2008 pukul 6:29 pm

    kata orang sih : hasil = proses
    hasil yang akan kau dapat adalah sebagaimana proses yang kau jalankan..
    aink lebih percaya dan yakin tentang itu..

    dan yg terpenting..bener juga kata orang-orang..
    Yang penting prosesnya, bukan hasilnya

  6. 6 yandhie
    Desember 10, 2008 pukul 6:16 pm

    Komen gak serius:
    Blog yang keren…
    Penuh istilah teknis tapi juga humanis :D
    Bener2 karya anak FT…

    Komen serius:
    Hasil tidak mungkin didapat tanpa proses. Hasil yang baik belum tentu proses yang baik. Tapi tanpa berproses tidak akan ada hasil apapun.

    Yang pasti, Waktulah yang menentukan siapa yang paling berhasil. Di luar dari TA, IP, Pedekate dkk, orang yang terbaik adalah yg mau berusaha. Bukan yang cuma menyontek dan menunggu jawaban saja… Dan dari situ akan terbentuk karakter, dan dari karakter akan terbentuk budaya…


Tinggalkan Balasan