Ini nasehat Ibu Saya soal jodoh. Sebenarnya bukan kapasitas Saya untuk menyampaikan ini, jadi anggap saja ini Ibu Saya yang menyampaikan. Semoga bermanfaat.
Bertanya siapa jodoh kita itu sama dengan bertanya kapan kita mati, hanya Allah yang tau. Dalam hal ini sifatNya yang maha adil berlaku : jodoh diberikan sesuai kualitas kita. Mau jodoh berkualitas tinggi? Jadilah berkualitas tinggi dulu. Allah nggak akan memberikan wanita berkualitas tinggi kepada pria berkualitas rendah.
Soal kualitas ini, tinggi atau rendahnya relatif, tergantung reference kita apa. Berkualitas tinggi belum tentu berwajah paling cantik sedunia (Anda yakin ingin punya istri wanita paling cantik sedunia??). Hati-hati memahami reference yang Anda pakai untuk menilai seorang wanita. Pertimbangkan kriteria ini, urutan berdasarkan prioritas :
- Akhlak dan cita-citanya
- Keturunan / keluarganya (asal-usulnya)
- Wajahnya
- Kekayaannya
Kriteria no.1 adalah yang paling krusial, lupakan no.2,3,4 kalau no.1 gagal. Ini sangat menentukan kesuksesan Anda sebagai laki-laki di dunia maupun di akhirat :
- Menjadi imam di keluarga dan khalifah di muka bumi.
- Menghasilkan kerja dan karya yang berguna bagi orang banyak
- Menghasilkan keturunan-keturunan yang shaleh, kuat, dan berilmu, serta bisa menjadi khalifah berikutnya.
- Memperoleh ketentraman dalam dan dukungan dari keluarga.
OK, sekarang bagaimana cara mencari jodoh?
Fokus untuk meningkatkan kualitas Anda (dengan urutan sesuai 4 kriteria di atas), kemudian yakini Allah akan berikan yang sesuai dengan kualitas Anda. Selamat mencari jodoh.
untuk urusan jodoh, selalu berdoa pada Allah dengan sepenuh hati untuk mendapatkan jodoh yang sesuai dengan kriteria di atas,
Semoga dapat jodoh yang diinginkan
Wah, terimakasih Bu atas doanya
Suka jadi malu kalau ngomongin jodoh
eh rasyid.. hihi.. ngomongin jodoh. jarang2,. biasanya ngomongin sarah.
mudah2an kau dapat jodoh yang sesuai dengan kriteria di atas.. mudah2an saya juga = rully.. ^^ hihi.
Lagi cari jodoh mas?? hehe
Ya ya moga cepet dpt jodoh.
let’s pray to get her,,
rabbana hablana min azwajina dzurriyatina qurrata a’yuun..
waj’alna lilmuttaqiina imaama..
amiiin..
Mungkin 8-9 tahun lagi baru mikir jodoh
setujju..
ikutan ahhh
sekelumit problematika tentang jodoh..
–setuju sid–
jadi teringat nasihat tentang “pernikahan dini”..
nikah dini bukan berarti menikah se-dini mungkin akan tetapi “bersiap2 lah” menikah se-dini mungkin..
kalo dalam posisi akan berlari.. 1.bersedia (masih dalam keadaan jongkok) 2. siap(badan dinaikan) 3. dor(berlarilah)
nah sudahkah kita ada di posisi no 2??
inilah ke-tidaksesuai-an terbesar yang pernah kulihat
Semua Teori diatas mempunyai kemungkinan diatas 60% benar..
tapi ,,kaw??? haaahahaha,,,gak mungkin
udahlah,,ayo kita telusuri dunia ini duk,,hidup itu singkat
hi maS.. aQ bR tAu bLognya kMrn dR buDhe niNing.. aQ daH baca sMua,, yaaH,, seSuai kaPasitas, paStinya ga SmuA aq NgerTi,, he2..
soaL joDoh??? hmm.. yG di aTas tu bnR bGt,,
eh.. aPa itU b’arTi peRasaan qT jg hRs sLalu seJaLan dgn logika (ehm,,miLih sesUai kritEria)? yaah.. susah euy..
Setuju banget dengan tulisan di atas. Berakhlak baik adalah yang utama. Dan soal kesetiaan dan penghargaan ke pasangan hidup, sesorang dapat dilihat bagaimana dia memperlakukan kedua orang tuanya. Bila dia penuh perhatian ke orang tuanya (kalau laki-laki biasanya ke Ibunya), dia juga akan menghargai, menyayangi dan penuh empati kepada pasangannya (ini mah curhat sebagai seorang perempuan..he..he..).
berdoa dan berusaha…
amiiinnnn…..