Seperti biasa Saya ngarang-ngarang hikmah/pelajaran dari cerita/tebak-tebakan yang garing (=jayus). Sepertinya semua lawakan yang garing ada hikmahnya. Kali ini tebak-tebakan tentang kucing, tikus, dan ular..
- Saya : Kalau si tikus ulangtaun gw kasih hadiah apa ?
- Teman : Nggak tau.. Keju?
- Saya : Sepeda.
- Teman : Sepeda? Kok sepeda sih?
- Saya : Suka-suka dong, kan gw yang ngasih.. ha2..
Belum selesai, masih ada lagi.
- Saya : Kalau kucing sama tikus balapan menang siapa?
- Teman : Kucing lah!
- Saya : Tikus lah!
- Teman : Kenapa tikus yang menang?
- Saya : KAN TADI UDAH GW KASIH SEPEDA..
- Teman : *tertawa*
Masih berlanjut juga
- Saya : Gimana cara bedain lubang tikus dengan lubang ular ?
- Teman : Gak tau ah!!
- Saya : LIAT AJA YANG DI DEPANNYA ADA SEPEDA PARKIR..
Anda tidak bisa menjawab pertanyaan di judul tanpa melihat pertanyaan sebelumnya (Anda belum tahu kalau si tikus punya sepeda). Kita tidak bisa mempertanyakan begitu saja kenapa sesuatu di dunia ini (di kehidupan Anda!!) terjadi, atau serta merta menyalahkan orang lain/lingkungan atas apa yang terjadi pada kita (Seperti mengatakan : “Ya jelas saja kucing menang, dia kan badannya lebih besar..”).
Semua yang terjadi di kehidupan Anda, apapun nasib Anda, itu karena Anda sendiri. Bukan karena orang lain atau lingkungan.
Mental menyalahkan orang lain dan lingkungan seperti ini (kelihatannya) cukup membudaya di negara kita.
- Warga Negara : “Bagaimana kita mau maju kalau pemerintah seperti ini? Pantas saja Saya miskin”.
- Pemerintah : “Bagaimana program kami bisa jalan kalau rakyat yang ‘nggak tau apa-apa’ sedikit-sedikit demo?”
Jangan salahkan siapa-siapa kalau kita gagal, terbuang, miskin, kalah, sakit, atau DO. Lebih baik berjuang dengan apa yang kita punya, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka merubah nasibnya sendiri.
Hebat sekali pikiran anda, pak Rasyid. Dari tebak2an tikus itu, anda bisa memikirkan yang lain. SALUTE!!
bingung ah, mo comment apa. Ngangguk2 aja setuju..
)
Ya. Segala sesuatu ada sebabnya. Mustahil kita mengkritik tapi nggak memberi solusi.
iya.. setuju ama dewi.. gw jg gatau mo kasi komen apaan.. hehe
stujju lagi deeh
inget kutipan dari buku ’secret’ (sdikit bagi2)maap ye kl yg ud tau
di semesta ini berlaku satu hukum ..
hukum tarik-menarik
kita hanya akan menarik yang serupa
serupa dengan apa
serupa dengan yang kita pikirkan
kalo kita pikirin X..
ya kita dapet X..
tapi hukum ini g knal istilah tidda
jadi tau sah pusing mikirin yang tida kita sukai
lengkapnya baca bukunya geura:p
@gTa
ya, sugesti hanya kenal kata positif. Berpikir “Saya tidak bodoh” sama dengan mensugestikan diri kita “bodoh”. Harusnya berpikir : “Saya pintar”. Baca dimana ya dulu? judulnya bukan ’secret’ tapi.
hihi. tulisan yang pintar!! saya link yaa blog nya.
sakali deui.. aink satuju.. ngan bisa satuju hungkul…
sakali deui..
aink satuju..
ngan bisa satuju hungkul…
“Semua yang terjadi di kehidupan Anda, apapun nasib Anda, itu karena Anda sendiri. Bukan karena orang lain atau lingkungan.” Kata-kata Anda terlalu positif buat saya. Satu hal yang saya alami dan pahami dari kehidupan adalah hidup adalah sebuah medan energi yang terdiri dari energi positif, energi negatif dan netralisasi. Kita tidak bisa terus-terusan berpikir positif, too god damn naive. Mungkin kita bisa mengubah hidup tapi hidup juga bisa mengubah kita. Dari cerita tikus bersepeda tadi, saya jadi berpikir apa mungkin kucing mau kalah dari tikus, kalau tikus pake sepeda mungkin saja kucing pake Jupiter MX. Mungkin kalau di Tom & Jerry hal itu mungkin saja terjadi, but this is the real world, dude.
Coba katakan pendapat Anda kepada seorang pemulung, atau pencari kerja yang bertahun-tahun ga dapat kerja, by the way apa Anda pernah merasakan hidup di lingkungan kumuh(getho)? saya yakin tidak. Di sini lingkungan benar-benar bisa mengubah Anda. Dunia dan Kehidupan, Orang lain dan juga Lingkungan tidak sepasif yang Anda kira. Seperti kata Big Smoke “That’s the way of the Wold baby!”
O ya, ngomong-ngomong Loli tinggal di mana sekarang?
gila, ni orang memang keren pemikirannya. maneh hilang terus karena sering bertapa ya
tapi memang keren syid …
Hihi.. analogi yang keren!
Biarpun banyak tikus yang menang, tetep aja mending miara kucing daripada tikus.. hehe