Saya baca cerita ini dari buku ‘Kisah-Kisah Kebijaksanaan Cina Klasik’ yang ditulis oleh Michael C. Tang :
Bangsawan Huan dari Qi mengamati bahwa orang yang tinggal di sekitar jalan raya adalah orang miskin. Mereka mengenakan pakaian compang-camping, tinggal di rumah yang reot, dan pendapatan yang memprihatinkan. Dia bertanya kepada perdana menterinya, Guan Zhong, apakah dia dapat mengubah kondisi mereka.
“Mari kita tebang semua pohon di sepanjang jalan!” usul Guan Zhong.
Sarannya dijalankan. Dalam setahun, kehidupan orang-orang itu tampak berubah. Mereka mengenakan pakaian yang lebih bagus dan mengenakan sepatu baru.
Bangsawan Huan ingin tahu apa alasannya.
“Pohon-pohon itu memberikan kerindangan di jalan raya,” kata Guan Zhong. “Sebelum pepohonan itu ditebang, para lelaki dan perempuan yang tinggal di daerah situ sering berkumpul di bawah kerindangan pohon untuk bergosip dan bermain kartu. Beberapa dari mereka bahkan bermalas-malasan di sana sepanjang hari. Beberapa orang muda datang untuk menembaki burung-burung di pohon. Mereka seharusnya bekerja. Sekarang pohon-pohon itu telah ditebang. Jalan itu tidak lagi memberikan keteduhan bagi mereka untuk menghindari teriknya sinar matahari. Mereka tidak bisa duduk bermalas-malasan lagi di sana. Mereka harus bekerja dan menghasilkan uang. Otomatis, mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah alasan saya menyarankan untuk menebang pohon-pohon itu.”
“Ide yang bagus!” kata sang bangsawan.
—————————————————————
Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan buat pemerintah kita, paradigma yang lain dalam usaha-usaha mensejahterakan rakyat. Apa betul membuat rakyat nyaman/mudah (subsidi? proteksi?) adalah cara yang terbaik? Saya pikir sisi positif dari perekonomian bebas adalah persaingan yang saking kerasnya bisa membunuh kita, atau membuat kita berpikir dan bertempur.
Dalam banyak hal kita seringkali takut dan meremehkan kemampuan diri sendiri untuk ’survive’.
Dalam literatur-literatur motivasi hal ini sering disebut ‘comfort zone’. Kalau Anda perlu motivasi dan energi lebih, keluarlah dari comfort zone Anda. Kalau pemerintah ingin rakyat punya motivasi dan energi lebih mungkin perlu dicoba untuk ‘mengeluarkan’ mereka dari comfort zone yang selama ini banyak diberikan (seperti subsidi BBM yang sangat membebani negara). Yang pertama kali akan melawan Anda ketika mencoba keluar dari comfort zone adalah diri Anda sendiri, dan yang akan menentang pemerintah ketika mencoba ‘mengeluarkan’ rakyat dari comfort zone adalah rakyat itu sendiri.
Kasih sayang terhadap sesama dan keinginan untuk membantu yang berkekurangan harus kita miliki (dalam Islam kita tahu bahwa dalam harta kita terdapat hak orang-orang miskin), tapi kelihatannya sikap mental yang ‘terbiasa dikasihani’ atau ‘terbisa diberi’ atau ‘terbiasa dibantu’ atau ‘merasa orang lain seharusnya mengasihaninya’ atau ‘merasa sudah sepantasnya dia mengemis’ sudah menjadi semacam ‘potret’ bangsa kita.
Well, ini pendapat Saya, tidak ada muatan politik apapun
Mari kita pikirkan bersama-sama.
Benar juga syid, karena terlalu sering meminta/mengemis/apalah namanya itu, orang2 jadi pada manja..
Minta bantuanlah, minta ganti rugi lah, kalo ga dikasih mulai demo2 lah
emang sih kewajiban pemerintah memberi bantuan kepada rakyatnya, tapi kalo kek gitu terus, kapan bisa mandirinya??
Atau mungkin udah jadi adat istiadat yang mendarah daging di negara ini
Tak taulah
bisa tenggelem bandung..kl ditebangin pohon2ny,,
hehe.kiddin
sudah hampir 5 tahun aink gak pernah ngasih uang lagi ke pengemis..
aink lebih rido ngasih uang ke pengamen (itupun kalo pengamennya niat, gak sekali kecrek ato skali genjreng trus minta) minimal lah 1 lagu..
well, sebenernya subsidi itu diperlukan kok. masalah terbesarnya di negara ini adalah penyampaian subsidi yang tidak tepat sasaran dan bahkan mungkin dapat dikatakan tidak memiliki sasaran. perlu dibedakan dan diatur lebih lanjut tentang hal itu. sekarang ini, mau menteri atau tukang ojeg semua mendapat subsidi (BBM misalnya). memang kelanjutannya perlu didesain lebih rinci tentang siapa yang berhak mendapat subsidi. pengapusan secara menyeluruh mungkin hampir belum mungkin dilakukan mengingat masih sangat banyak yang perlu ditata sebelum siap untuk penghapusan menyeluruh. lebih baik untuk menekan sampai titik paling kecil.