Lihat komentar/diskusi di post-post terbaru (Apakah Aku Sebuah Kesalahan, Kau Sudah Ada yang Punya, dan Me and The Girls) selebritis blog kita Bapak Budi Raharjo (BR). Pak BR menceritakan dua ‘kepribadiannya’ : ‘Manusia’ yang penuh rasa dan ‘robot’. Saya sebut ‘Robot’ itu disini ‘Robot-Juga-Manusia’.
- Manusia : Bot, jalan-jalan yuk. Nongkrong sambil ngeceng, di sana banyak cewek-cewek cakep lho.
- Robot-Juga-Manusia : Ngapain? Males ah. Gw lagi sibuk nih, lagi bikin digital filter buat sinyal vibrasi gw, aneh deh keluarannya, kayaknya ada yang salah somewhere di lautan code gw.
- Manusia : Hm, yasudah. Btw gimana kabar cewek itu, yang ngejar2 lu itu?
- Robot-Juga Manusia : Nggak tau, terakhir gw liat dia bawa iPod keren. Gw pengen iPodnya tuh. Eh, lu akhirnya gimana caranya ngukur RPM generator lu, pake sensor apa?
- Manusia : Males gw mikirinnya Bot, gw mah cari yang gampang ajalah. WOI!! Ini malem minggu Bot!! Plis!! Kok masih ngomongin itu sih??
Anda manusia atau robot?
Kalau Saya dulu manusia, sekarang ingin jadi robot dulu kira-kira 6 bulanan (karena sedang mengerjakan TA), terus nanti ingin jadi manusia lagi. Tapi kalau tiba waktunya membela kebenaran Saya akan jadi robot lagi. Jadi Saya sebenarnya adalah ‘Robot-Juga-Manusia’.
Jadi Saya ingin bilang kepada para robot: “Wahai robot-robot asahlah rasa, belajarlah dari manusia!”. Tapi Saya juga ingin bilang kepada manusia: “Wahai manusia berlatihlah membunuh rasa, belajarlah dari para robot!”. Saya pikir dunia ini butuh robot dan manusia dalam jumlah yang sama. Jadi bagusnya semua orang adalah setengah-robot-setengah-manusia, menurut Saya itu lebih adil dibandingkan sebagian orang full-robot dan sebagiannya lagi full-manusia.
Kira-kira orang-orang setuju nggak ya?
Ane setuju aja dah ama konsepan bang Rasyid. Setengah robot, setengah manusia. Fisiknya kuat kaya robot, tapi juga bisa berfikir, punya perasaan, humanis, dan penuh cinta kaya manusia.
Salam pedes!
saya setuju dengan bapak rasyid..
Salah satu yang saya dapat dari pelajaran hidup adalah kita harus bisa tega dengan orang lain (pada waktu dan tempat yang sesuai) agar kita tidak terpuruk..