Cerita ini Saya dapat dari teman Saya yang ‘garing’ (=jayus), tapi setelah dipikir-pikir ada hikmahnya juga, terutama dikaitkan dengan kuliah dan nilai. Begini ceritanya :
Alkisah ada seorang pangeran tampan yang dikutuk. Kutukannya adalah : pangeran ini HANYA BISA MENGUCAPKAN SATU KATA DALAM SETAHUN. Pada suatu hari pangeran ini bertemu dengan seorang putri yang masih jomblo, karena sang putri sangat cantik pangeran pun jatuh cinta. Pangeran ingin sekali mengajak sang putri menikah, untuk itu dia harus mengucapkan 5 kata : Putri, Maukah Engkau Menikah Denganku?
Artinya pangeran harus PUASA BICARA SELAMA 5 TAHUN untuk bisa mengucapkan 5 kata tersebut. Karena cinta pangeran pun melakukannya, puasa bicara 5 tahun!
Akhirnya setelah 5 tahun menanti datanglah hari dimana sang pangeran akan meminang sang putri. Mereka bertemu di sebuah padang rumput, hari itu agak mendung. Pangeran pun berkata : “Putri, maukah engkau menikah denganku?”. Bersamaan dengan itu tiba-tiba ada suara petir menggelegar “DDUUUAAARRR!!”.
Kemudian sang putri menjawab : “MAAF, PANGERAN BILANG APA TADI?”
…………
Yang saya tangkap di sini adalah pentingnya hari penentuan, yaitu hari yang menentukan usaha keras kita selama bertahun-tahun. Dalam konteks kuliah ini sama dengan pentingnya nilai /hasil akhir. Kalau kita mahasiswa, yang dilihat oleh orang yang adalah IPK, bukan jam belajar atau kerasnya usaha kita. Kalau kita membuat produk teknologi, yang dilihat konsumen adalah fungsi dan reliabilitynya, bukan tingkat kerumitan atau kelas teknologi yang diterapkan.
Bagaimana dengan ungkapan ini : Yang penting prosesnya, bukan hasilnya.
Kadang-kadang fokus pada apa yang dilihat orang bertentangan dengan idealisme kita, tapi kelihatannya dunia bekerja dengan cara seperti itu (beda dengan Tuhan) :
Yang penting hasilnya, bawa pulang prosesnya